Monday, 29 February 2016

Sejarah kecamatan Salem

Sejarah kec.salemberebes (kampung halaman saya)
Semua penduduk Kecamatan Salem berbahasa dan
berkebudayaan Sunda sejak berabad-abad yang lampau,
sehingga mereka adalah penduduk asli di daerah ini.
Pada masa lampau, daerah Salem termasuk dalam
wilayah Kerajaan Galuh dan Kerajaan Pajajaran. Ada
sementara cerita lisan yang mengatakan bahwa
penduduk Salem ada keterkaitan dengan Kejadian
Perang Bubat zaman Majapahit. Setelah Perang Bubat,
ternyata tidak seluruh punggawa/pengawal/rakyat
Pajajaran mati terbunuh, dan kembali ke Jawa Barat.
Ada sisa-sisa punggawa tersebut menetap diwilayah
kecamatan Salem. Peninggalan penduduk pertama
tersebut, sebagian dapat dilihat di situs Gunung Sagara
( Lautan ). Pada abad ke-19 ditemukan naskah lontar tua
di situs Gunung Sagara yang menggunakan Bahasa
Sunda kuna [ rujukan? ] . Naskah ini dibawa bupati Brebes
RAA. Tjandranegara dan diserahkan kepada seorang ahli
bahasa KF. Holle untuk kemudian disimpan di Batavia.
Paling tidak ada dua naskah Sunda yang terkenal, yaitu
Sewaka Darma dari Kabuyutan Ciburuy , Garut dan Carita
Ratu Pakuan , yang menyebutkan sendiri bahwa (isi)
naskahnya berasal dari (dan hasil bertapa dari) Gunung
Kumbang (1218). Gunung Kumbang masa lampau
mungkin adalah sebuah tempat lemah dewasasana,
kabuyutan, dan tempat bagi para intelektual masa
kerajaan Sunda. Mungkin di sini termasuk pula Gunung
Sagara, di mana Gunung Sagara terletak di lereng
selatan Gunung Kumbang tersebut.
Daerah Sunda di daerah Salem dan sekitarnya
mempunyai perbedaan kebiasaan dengan daerah Sunda
lainnya (Priangan, Banten, Karawang, dsb). Perbedaan
tersebut terutama dapat dilihat dalam hal adat budaya,
bahasa, detail bentuk-bentuk kesenian, dan juga dalam
tatacara beragama. Tata cara beragama penduduk Salem
kelihatannya masih terdapat unsur kegamaan Hindu
dengan campuran-campuran adat setempat yang kental.
Pada zaman Hindia Belanda, penduduk Salem masih ada
yang melestarikan atau melaksanakan praktek
perkawinan model animisme. Misalnya, jika penduduk
bermaksud hendak melaksanakan pernikahan, maka
mereka akan mendaki dahulu ke lereng Gunung Sagara.
Jika di lereng Gunung Sagara terlihat ada burung yang
melakukan perkawinan, artinya kedua mempelai tersebut
direstui oleh penghuni Gunung Sagara.
Wilayah Salem merupakan kecamatan terpencil, tetapi
sempat juga ditetapkan menjadi sebuah kawedanan pada
masa penjajahan Belanda. Penetapan ini diperkirakan
disebabkan strategisnya daerah Salem. Pada era awal
perang kemerdekaan, Salem juga menjadi pusat
pertahanan atau tempat mengungsi Bupati Brebes pro
Republik. Waktu itu bupati kembar, yang pro Belanda
disebut bupati Recomba berkantor di Brebes (Gandasuli),
sementara bupati RI berkantor di desa Bentarsari, Salem.
Mengingat daerahnya yang strategis tersebut, setelah
Perang kemerdekaan usai daerah ini juga pernah
menjadi daerah basis pemberontak DI/TII pimpinan Amir
Fatah .
Tahun 1960-an di daerah ini juga muncul gerakan-
gerakan yang berafiliasi dengan pemberontakan G.30.S/
PKI di Jakarta. Hal itu konon erat kaitannya dengan
keberadaan pasukan TNI yang pernah bertugas di daerah
Salem. Bagi masyarakat setempat tidak bisa dilupakan,
ketika ada pasukan penumpas DI/TII (konon dari Div
449). Kejadian terakhir inilah yang menarik. Salem
adalah daerah basis pesantren tradisional, tetapi kenapa
banyak ditemukan anasir-anasir yang bertentangan
dengan semangat pesantren.

1 comment:

  1. Aussie casino launches on the internet | JTM Hub
    The Australian casino operator has launched its first 경주 출장안마 live casino offering, The Cove, 과천 출장마사지 after which it 서울특별 출장안마 announced that it was partnering 문경 출장마사지 with Jun 21, 2022 · 경상북도 출장마사지 Uploaded by The Cove

    ReplyDelete